Pemasok Global Perangkat Uji Laboratorium Bahan Tahan Api Satu Atap

Kirim Email Kepada Kami:[email protected]

Semua Kategori
Informasi Industri

Halaman Utama /  Berita  /  Informasi Industri

Prinsip Kerja dan Aplikasi Analisis Termogravimetri

Aug 27, 2024 0

Analisis termogravimetri dapat mengukur perubahan massa suatu zat selama pemanasan, sehingga menganalisis stabilitas termal material. Ini digunakan secara luas di banyak bidang seperti ilmu bahan dan fisika. Artikel ini terutama memperkenalkan prinsip kerja dan aplikasi analisis termogravimetri.

I. Prinsip kerja analisis termogravimetri

Analis termogravimetri terutama terdiri dari bagian-bagian berikut: timbangan, tungku pemanas, sistem kontrol suhu, sistem kontrol atmosfer, dan sistem pengambilan dan analisis data. Prinsip dasar analis termogravimetri adalah mengukur perubahan massa sampel selama pemanasan dengan menggunakan timbangan presisi. Sampel ditempatkan dalam lingkungan pemanasan yang dikontrol. Seiring dengan kenaikan suhu, sampel akan mengalami perubahan fisik dan kimia, seperti penguapan, dekomposisi, oksidasi atau reduksi. Dengan mencatat kurva perubahan massa sampel seiring dengan suhu (kurva termogravimetri), informasi seperti stabilitas termal, komposisi, dan karakteristik dekomposisi sampel dapat diperoleh.


II. Aplikasi analis termogravimetri

1. Ilmu bahan

(1) Bahan polimer: Dalam penelitian polimer, analisis termogravimetri digunakan untuk mengevaluasi stabilitas termal, suhu dekomposisi, dan massa residu dari polimer. Melalui analisis termogravimetri, perilaku degradasi termal polimer pada suhu yang berbeda dapat ditentukan, sehingga membantu dalam pengembangan dan aplikasi bahan tersebut.

(2) Bahan komposit: Bahan komposit biasanya terdiri dari beberapa komponen. Analisis termogravimetri dapat membantu mempelajari stabilitas termal dan karakteristik dekomposisi dari komponen-komponennya, memahami perubahan massa setiap komponen selama proses pemanasan, dan mengoptimalkan formulasi serta proses pembuatan bahan komposit.

2. Kimia dan fisika

(1) Senyawa anorganik: Analisis termogravimetri digunakan dalam kimia anorganik untuk mempelajari proses dekomposisi termal senyawa seperti oksida logam, karbonat, dan sulfat. Melalui analisis termogravimetri, suhu dekomposisi dan produk dari senyawa-senyawa ini dapat ditentukan, memberikan data termodinamika penting untuk reaksi kimia anorganik.

(2) Penelitian katalis: Dalam penelitian katalis, analisis termogravimetri digunakan untuk mengevaluasi stabilitas termal katalis dan kandungan komponen aktif. Analisis termogravimetri dapat membantu memahami mekanisme deaktivasi katalis di bawah kondisi reaksi dan memberikan referensi untuk desain dan perbaikan katalis.

3. Ilmu Lingkungan

(1) Pengolahan limbah padat: Analisis termogravimetri digunakan untuk mempelajari karakteristik dekomposisi termal limbah padat dan mengevaluasi kelayakan serta efisiensi metode pengolahan limbah yang berbeda. Sebagai contoh, perilaku dekomposisi termal sampah selama pembakaran dapat dipelajari melalui analisis termogravimetri untuk membantu mengoptimalkan proses pembakaran.

(2) Analisis tanah dan sedimen: Alat analisis termogravimetri juga digunakan untuk menganalisis kandungan organik dan anorganik dalam tanah dan sedimen, mempelajari perilaku dekomposisi termal bahan organik tanah, dan memberikan dasar ilmiah untuk pengendalian polusi lingkungan dan pemulihan tanah.

Menguasai prinsip kerja dan metode aplikasi dari analisis termogravimetri sangatlah penting bagi penelitian ilmiah dan praktik insinyur. Dengan terus memperbaiki dan menerapkan teknologi analisis termogravimetri, para peneliti dapat memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang sifat termal material dan mendorong perkembangan serta inovasi di bidang terkait.